Pages

  • Microsoft Indonesia Training, Saturday, November 11th, 2017

    Learning without Borders, Embedding ICT in Effective Classroom Practice, Microsoft Education Community

  • International Seminar on Education "Fostering Young Creative Talents throught Integrative Thinking"

    Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Jakarta, 18th December 2017

  • Team Futsal Paradise 98

    Juara I Turnament Futsal Senior IKAA 2017

  • Masjidil Haram

    Suasana Malam Hari Masjidil Haram Mekkah Al Mukarromah

  • Masjid Nabawi

    Foto Depan Masjid Nabawi Madinatul Munawwaroh

  • KH Noer Ali

    Pahlawan Nasional Singa Karawang Bekasi

  • KH Hasbiyallah

    Pendiri Pondok Pesantren Al Wathoniyah Pusat Klender Jakarta Timur

  • International Seminar on Education "Fostering Young Creative Talents throught Integrative Thinking", Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Jakarta, 18th December 2017

    Peter Pentland from Autralian Academy of Technological, Sciences and Engeeniring, Australia

  • UWAIS ALQORNI RA

    Sang Penghuni Langit "tak terkenal di bumi tetapi terkenal di langit"

  • International Seminar on Education "Fostering Young Creative Talents throught Integrative Thinking", Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Jakarta, 18th December 2017

    Toshinobu Hatanaka from Toho University, Ministry of Education, Culture, Sports, Science and Technology, Japan

Rabu, 12 November 2014

Makalah Manajemen Kelas



MANAJEMEN KELAS
OLEH : WEST ALQORNI
BAB I
PENDAHULUAN

  I.            LATAR BELAKANG
Sumber daya manusia yang berkualitas merupakan hal yang penting bagi suatu negara untuk menjadi negara maju, kuat, makmur dan sejahtera. Upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia tidak bisa terpisah dengan masalah pendidikan bangsa. Menurut Mulyasa (2006:3) ”Setidaknya terdapat tiga syarat utama yang harus diperhatikan dalam pembangunan pendidikan agar dapat berkontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yakni: (1) sarana gedung, (2) buku yang berkualitas, (3) guru dan tenaga kependidikan yang yang professional.
Guru yang professional salah satu cirinya adalah guru yang mampu mengelola kelas dengan baik. Di kelas, segala aspek pendidikan pengajaran bertemu dan berproses. Guru dengan segala kemampuannya, siswa dengan segala latar belakang dan sifat-sifat individualnya; kurikulum dengan segala komponennya; dan materi serta sumber pelajaran dengan segala pokok bahasanya bertemu dan berpadu serta berinteraksi di kelas. Bahkan   hasil   dari   pendidikan   dan  pengajaran   sangat ditentukan   oleh  apa   yang   terjadi   di   kelas. Oleh    sebab   itu   sudah     selayaknyalah kelas dikelola dengan professional.
Manajemen kelas diperlukan karena dari hari ke hari bahkan dari waktu ke waktu tingkah laku dan perbuatan siswa selalu berubah. Hari ini siswa dapat belajar dengan baik dan tenang, tetapi besok belum tentu. Kemarin terjadi persaingan yang sehat dalam kelompok, sebaliknya dimasa mendatang boleh jadi persaingan itu kurang sehat. Kelas selalu dinamis dalam bentuk perilaku, perbuatan, sikap, mental, dan emosional siswa.

II.            MASALAH
Permasalahan yang akan dibahas dalam makalah ini adalah :
1.      Pengertian Manajemen Kelas
2.      Tujuan manajemen kelas
3.      Prinsip-prinsip manajemen kelas
4.      Pendekatan dalam manajemen kelas
5.      Komponen-komponen Keterampilan Manajemen Kelas

III.            PERUMUSAN MASALAH
Rumusan dalam makalah ini adalah bagaimana manajemen kelas itu.

IV.            TUJUAN DAN MANFAAT
Agar dapat menambah wawasan pembaca tentang :
1.        Pengertian Manajemen Kelas
2.        Tujuan manajemen kelas
3.        Prinsip-prinsip manajemen kelas
4.        Pendekatan dalam manajemen kelas
5.        Komponen-komponen Keterampilan Manajemen Kelas




























BAB II
PEMBAHASAN
Menurut Lois V, Johnson dan Mary A. Bani (Claaroom Management), yang diikhtisarkan oleh Dr. Made Pidarta, 1970. 
a.    Pengelolaan kelas ditinjau dari konsep lama adalah mempertahankan ketertiban kelas.
b.    Pengelolaan kelas ditinjau dari konsep modern adalah proses seleksi dan penggunaan alat-alat yang tepat terhadap problema dan situasi kelas. 
Made Pidarta (dalam Djamarah, 2005:172) “Manajemen kelas adalah proses seleksi dan penggunaan alat-alat yang tepat terhadap problem dan situasi kelas”.  Guru bertugas menciptakan, memperbaiki, dan memelihara sistem atau organisasi kelas, sehingga anak didik dapat memanfaatkan kemampuannya, bakat, dan energinya pada tugas-tugas individual. Sudirman (dalam Djamarah 2006:172)” Manajemen kelas merupakan upaya dalam mendayagunakan potensi kelas”. Kelas mempunyai peranan dan fungsi tertentu dalam menunjang keberhasilan proses interaksiedukatif, agar memberikan dorongan dan rangsangan terhadap anak didik untuk belajar, kelas harus dikelola sebaik-baiknya oleh guru.
“Manajemen kelas merupakan keterampilan guru untuk menciptakan iklim pembelajaran yang kondusif dan mengendalikannya jika terjadi gangguan dalam pembelajaran” (Mulyasa 2006:91). Sedangkan menurut Sudirman (dalam Djamarah 2006:177) ”Manajemen kelas adalah upaya mendayagunakan potensi kelas”.  Ditambahkan lagi oleh Nawawi (dalam Djamarah 2006:177) ”Manajemen atau manajemen kelas dapat diartikan sebagai kemampuan guru dalam mendayagunakan potensi kelas berupa pemberian kesempatan yang seluas-luasnya pada setiap personal untuk melakukan kegitan-kegiatan yang kreatif dan terarah ”. Arikunto (dalam Djamarah 2006:177) juga berpendapat “ bahwa manajemen kelas adalah suatu usaha yang dilakukan oleh penanggung jawab kegiatan belajar mengajar atau yang membantu dengan maksud agardicapai kondisi optimal sehingga dapat terlaksana kegiatan belajar yang seperti diharapkan”. Manajemen dapat dilihat dari dua segi, yaitu manajemen yang menyangkut siswa dan manajemen fisik (ruangan, perabot, alat pelajaran).
Berdasarkan pendapat para ahli diatas maka dapat disimpulkan bahwa manajemen kelas merupakan usaha sadar untuk mengatur kegiatan proses belajar mengajar secara sistematis yang mengarah pada penyiapan sarana dan alat peraga, pengaturan ruang belajar, mewujudkan situasi atau kondisi proses belajar mengajar berjalan dengan baik dan tujuan kurikuler dapat tercapai.
B.       Tujuan Manajemen Kelas
Menurut Ahmad (1995:2) bahwa tujuan manajemen kelas adalah sebagai berikut:
v Mewujudkan situasi dan kondisi kelas, baik sebagai lingkungan belajar maupun sebagai kelompok belajar yang memungkinkan siswa untuk mengembangkan kemampuan semaksimal mungkin.
v Menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menghalangi terwujudnya interaksi belajar mengajar.
v Menyediakan dan mengatur fasilitas serta perabot belajar yang mendukung dan memungkinkan siswa belajar sesuai dengan lingkungan sosial, emosional, dan intelektual siswa dalam kelas.
v  Membina dan membimbing sesuai dengan latar belakang sosial, ekonomi, budaya serta sifat-sifat individunya.
v Tujuan manajemen kelas menurut Sudirman (dalam Djamarah 2006:170) pada hakikatnya terkandung dalam tujuan pendidikan. Tujuan manajemen kelas adalah penyediaan fasilitas bagi macam-macam kegiatan belajar siswa dalam lingkungan sosial, emosional, dan intelektual dalam kelas. Fasilitas yang disediakan itu memungkinkan siswa belajar dan bekerja. Terciptanya suasana sosial yang memberikan kepuasan, suasana disiplin, perkembangan intelektual, emosional, dan sikap serta apresiasi pada siswa. Sedangkan Arikunto (dalam Djamarah 2006:178) berpendapat bahwa tujuan manajemen kelas adalah agar setiap anak di kelas dapat bekerja dengan tertib sehingga segera tercapai tujuan pengajaran secara efektif dan efisien.
C.      Prinsip-Prinsip Manajemen Kelas
“Secara umum faktor yang mempengaruhi manajemen kelas dibagi menjadi dua golongan yaitu, faktor intern dan faktor ekstern siswa.” (Djamarah 2006:184). Faktor intern siswa berhubungan dengan masalah emosi, pikiran, dan perilaku. Kepribadian siswa denga ciri-ciri khasnya masing-masing menyebabkan siswa berbeda dari siswa lainnya sacara individual. Perbedaan sacara individual ini dilihat dari segi aspek yaitu perbedaan biologis, intelektual, dan psikologis.
Faktor ekstern siswa terkait dengan masalah suasana lingkungan belajar, penempatan siswa, pengelompokan siswa, jumlah siswa, dan sebagainya. Masalah jumlah siswa di kelas akan mewarnai dinamika kelas. Semakin banyak jumlah siswa di kelas, misalnya dua puluh orang ke atas akan cenderung lebih mudah terjadi konflik. Sebaliknya semakin sedikit jumlah siswa di kelas cenderung lebih kecil terjadi konflik.
Djamarah (2006:185) menyebutkan “Dalam rangka memperkecil masalah gangguan dalam manajemen kelas dapat dipergunakan prinsip-prinsip manajemen kelas sebagai berikut.




1)      Hangat dan Antusias
Hangat dan Antusias diperlukan dalam proses belajar mengajar. Guru yang hangat dan akrab pada anak didik selalu menunjukkan antusias pada tugasnya atau pada aktifitasnya akan berhasil dalam mengimplementasikan manajemen kelas.
2)      Tantangan
Penggunaan kata-kata, tindakan, cara kerja, atau bahan-bahan yang menantang akan meningkatkan gairah siswa untuk belajar sehingga mengurangi kemungkinan munculnya tingkah laku yang menyimpang.
3)      Bervariasi
Penggunaan alat atau media, gaya mengajar guru, pola interaksi antara guru dan anak didik akan mengurangi munculnya gangguan, meningkatkan perhatian siswa. Kevariasian ini merupakan kunci untuk tercapainya manajemen kelas yang efektif dan menghindari kejenuhan.
4)      Keluwesan
Keluwesan tingkah laku guru untuk mengubah strategi mengajarnya dapat mencegah kemungkinan munculnya gangguan siswa serta menciptakan iklim belajarmengajar yang efektif. Keluwesan pengajaran dapat mencegah munculnya gangguan seperti keributan siswa, tidak ada perhatian, tidak mengerjakan tugas dan sebagainya.
5)      Penekanan pada Hal-Hal yang Positif
Pada dasarnya dalam mengajar dan mendidik, guru harus menekankan pada hal-hal yang positif dan menghindari pemusatan perhatian pada hal-hal yang negative. Penekanan pada hal-hal yang positif yaitu penekanan yang dilakukan guru terhadap tingkah laku siswa yang positif daripada mengomeli tingkah laku yang negatif. Penekanan tersebut dapat dilakukan dengan pemberian penguatan yang positif dan kesadaran guru untuk menghindari kesalahan yang dapat mengganggu jalannya proses belajar mengajar.
6)      Penanaman Disiplin Diri
Tujuan akhir dari manajemen kelas adalah anak didik dapat mengembangkan dislipin diri sendiri dan guru sendiri hendaknya menjadi teladan mengendalikan diri dan pelaksanaan tanggung jawab. Jadi, guru harus disiplin dalam segala hal bila ingin anak didiknya ikut berdisiplin dalam segala hal.
D.    Pendekatan dalam Manajemen Kelas
a)      Pendekatan Kekuasaan
Ciri yang utama pada pendekatan ini adalah ketaatan pada aturn yang melekat pada pemilik kekuasaan. Guru mengontrol siswa dengan ancaman, sanksi, hukuman dan bentuk disiplin yang ketat dan kaku.
b)      Pendekatan Kebebasan
Manajemen kelas bukan membiarkan anak belajar dengan bebas tanpa batas tetapi memberikan suasana dan kondisi belajar yang memungkinkan anak merasa merdeka, bebas, nyaman, penuh tantangan dan harapan dalam melakukan belajar.
c)      Pendekatan Keseimbangan Peran
Pendekatan ini dilakukan dengan member seperangkat aturan yang disepakati guru dan murid. Isi aturan berkaitan dengan apa yang harus dan apa yang tidak boleh dikerjakan guru dalam mereaksi semua masalah atau situasi yang terjadi di kelas dan aturan yang boleh dan tidak boleh dilakukan murid selama belajar.
d)     Pendekatan Pengajaran
Pendekatan ini menghendaki lahirnya peran guru untuk mencegah dan menghentikan tingkah laku anak didik yang kurang menguntungkan proses pembelajaran. Peranan guru adalah merencanakan dan mengimplementasikan pengajaran yang baik.
e)      Pendekatan Suasana Emosi dan Sosial
Goleman (1995) dalam hasil penelitiannya menyebutkan bahwa belajar tanpa keterlibatan emosional dan kegiatan saraf, kurang dari yang dibutuhkan untuk merekatkan pelajaran dalam ingatan. Menurut pendekatan ini manajemen kelas merupakan proses menciptakan iklim atau suasana emosional dan hubungan social yang positif dalam kelas. Suasana hati yang saling mencintai antar guru dan murid-murid penting dalam menciptakan hubungan social pembelajaran.
f)       Pendekatan Kerja Kelompok
Dalam pendekatan ini, peran guru adalah mendorong perkembangan dan kerja sama kelompok. Manajemen kelas dengan proses kelompok memerlukan kemampuan guru untuk menciptakan kondisi-kondisi yang memungkinkan kelompok menjadi kelompok yang produktif, dan selain itu guru harus pula dapat menjaga kondisi itu agar tetap baik. Untuk menjaga kondisi kelas tersebut guru harus dapat mempertahankan semangat yang tinggi, mengatasi konflik, dan mengurangi masalah-masalah manajemen.
g)      Pendekatan Elektis atau Pluralistik
Pendekatan elektis (electic approach) ini menekankan pada potensialitas, kreatifitas, dabn inisiatif wali atau guru kelas dalam memilih berbagai pendekatan tersebut berdasarkan situasi yang dihadapinya. Penggunaan pendekatan itu dalam suatu situasi mungkin dipergunakan salah satu dan dalam situasi lain mungkin harus mengkombinasikan dan atau ketiga pendekatan tersebut. Pendekatan elektis disebut juga pendekatan pluralistik, yaitu manajemen kelas yang berusaha menggunakan berbagai macam pendekatan yang memiliki potensi untuk dapat menciptakan dan mempertahankan suatu kondisi memungkinkan proses belajar mengajar berjalan efektif dan efisien. Guru memilih dan menggabungkan secara bebas pendekatan tersebut sesuai dengan kemampuan dan selama maksud dan penggunaannnya untuk manajemen kelas disini adalah suatu set (rumpun) kegiatan guru untuk menciptakan dan mempertahankan kondisi kelas yang memberi kemungkinan proses belajar mengajar berjalan secara efektif dan efisien.

E.       Kondisi Fisik Kelas
Lingkungan fisik tempat belajar mempunyai pengaruh penting terhadap hasil pembelajaran. Lingkungan fisik yang menguntungkan dan memenuhi syarat minimal mendukung meningkatnya intensitas proses pembelajaran dan mempunyai pengaruh positif terhadap pencapaian tujuan pembelajaran. Lingkungan fisik yang dimaksud meliputi:
a.         Ruang tempat berlangsungan belajar
Ruangan tempat belajar harus memungkin semua siswa bergerak leluasa tidak bersdesakan dan tidak saling mengganggu antara siswa yang satu dengan siswa yang lainnya pada saat melakukan aktivitas belajar. Besarnya ruangan kelas tergantung pada jenis kegiatan dan jumlah siswa yang melakukan kegiatan. 
b.        Pengaturan tempat duduk
Dalam mengatur tempat duduk yang penting adalah memungkinkan terjadinya tatap muka, dengan demikian guru dapat mengontrol tingkah laku siswa. Berikut dikemukakan beberapa bentuk penataan meja-kursi yang dapat dipilih oleh guru guna meningkatkan keterlibatan dan interaksi antar siswa dalam proses pembelajaran.
1.        Model huruf U
Model susunan meja-kursi model U dapat dipilih untuk berbagai tujuan. Dalam model ini, para siswa memiliki alas untuk menulis dan membaca, dapat melihat guru atau media visual dengan mudah, dan memungkinkan mereka bisa saling berhadapan langsung. Susunan model ini juga memudahkan untuk membagi bahan pelajaran kepada siswa secara cepat, di mana guru dapat masuk ke dalam huruf U dan berjalan ke berbagai arah.
Dalam menyusun meja-kursi model U, sediakan ruangan yang cukup antara satu tempat duduk dengan yang lainnya sehingga kelompok kecil siswa yang terdiri atas tiga orang atau lebih dapat keluar-masuk dari tempatnya dengan mudah.
2.        Model Corak Tim
Pada model ini, meja-meja dikelompokkan setengah lingkaran atau oblong di ruang tengah kelas agar memungkinkan guru melakukan interaksi dengan setiap tim (kelompok siswa). Guru dapat meletakkan kursi-kursi mengelilingi meja-meja guna menciptakan suasana yang akrab. Siswa juga dapat memutar kursi melingkar menghadap ke depan ruang kelas untuk melihat guru atau papan tulis.
3.        Model Meja Konferensi
Model ini cocok jika meja relatif persegi panjang. Susunan ini mengurangi dominasi pengajar dan meningkatkan keterlibatan siswa.
4.        Model Lingkaran
Dalam model ini, tempat duduk siswa disusun dalam bentuk lingkaran sehingga mereka dapat berinteraksi berhadap-hadapan secara langsung. Model lingkaran seperti ini cocok untuk diskusi kelompok penuh. Sediakan ruangan yang cukup, sehingga guru dapat menyuruh siswa menyusun kursi-kursi mereka secara cepat dalam berbagai susunan kelompok kecil. Jika mereka ingin menulis, mereka dapat menghadap ke meja masing-masing, namun jika mereka berdiskusi, mereka dapat memutar kursi untuk berhadap-hadapan satu sama lain.
5.        Model Fishbowl
Susunan ini memungkinkan guru melakukan kegiatan diskusi untuk menyusun permainan peran, berdebat, atau mengobservasi aktivitas kelompok. Susunan yang paling khusus terdiri atas dua konsentrasi lingkaran kursi. Guru juga dapat meletakkan meja pertemuan di tengah-tengah, dikelilingi oleh kursi-kursi pada sisi luar.
6.        Model Breakout groupings
Jika kelas cukup besar atau jika ruangan memungkinkan, letakkan meja-meja dan kursi di mana kelompok-kelompok kecil siswa dapat melakukan aktivitas belajar yang didasarkan pada tugas tim. Tempatkan susunan pecahan-pecahan kelompok saling berjauhan sehingga tim-tim itu tidak saling mengganggu. Tetapi hindarkan penempatan ruangan kelompok-kelompok kecil terlalu jauh dari ruang kelas utama sehingga hubungan di antara mereka dapat tetap terjaga.


7.        Model Workstation
Susunan ini tepat untuk lingkungan tipe laboratorium, di mana setiap siswa duduk secara berpasangan pada meja tertentu untuk mengerjakan suatu tugas (seperti mengoperasikan komputer, mesin, melakukan kerja laboral, dsb) sesaat setelah dimenostrasikan. Meja diatur sedemikian rupa, sehingga siswa dapat bekerja secara berpasangan sebagai partner belajar. Susunan seperti ini tepat digunakan bila pokok bahasan melibatkan tugas mandiri (seat work) sekaligus tugas kelompok kecil.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan berikut ini dalam menerapkan model ini.
a.       Pengaturan meja-kursi sebaiknya dapat digerakkan, dipindahkan, dan disusun secara fleksibel.
b.      Memberikan keleluasaan siswa mengatur sendiri atau memilih meja-kursinya masing-masing, walaupun mungkin akan tampak acak-acakan dan tidak beraturan.
c.       Susunan meja-kursi yang baik adalah yang memung¬kinkan siswa dapat saling berinteraksi dan memberi keluasaan untuk terjadinya mobilitas pergerakan untuk melakukan aktivitas belajar. Prinsip pokok yang perlu diperhatikan dalam pengaturan meja-kursi adalah tatanan mana yang dapat menstimulasi dan mempertahakan tingkat keterlibatan belajar yang tinggi.
d.      Ventilasi dan pengaturan cahaya
Suhu, ventilasi dan penerangan (kendatipun guru guru sulit mengatur karena sudah ada)  adalah aset penting untuk terciptanya suasana belajar yang nyaman. Oleh karena itu ventilasi harus cukup menjamin kesehatan siswa.
e.       Pengaturan penyimpanan barang-barang
Barang-barang hendaknya disimpan pada tempat khusus yang mudah dicapai apabila diperlukan dan akan dipergunakan bagi kepentingan belajar.











BAB III
PENUTUP

I.          KESIMPULAN
Guru memiliki andil yang sangat besar terhadap keberhasilan pembelajaran di sekolah. Guru sangat berperan dalam membantu perkembangan peserta didik untuk mewujudkan tujuan hidupnya secara optimal. Di dalam kelas guru melaksanakan dua kegiatan pokok yaitu kegiatan mengajar dan kegiatan mengelola kelas. Kegiatan mengajar pada hakikatnya adalah proses mengatur, mengorganisasi lingkungan yang ada di sekitar siswa. Semua komponen pengajaran yang meliputi tujuan, bahan pelajaran, kegiatan belajar-mengajar, metode, alat dan sumber, serta evaluasi diperankan secara optimal guna mencapai tujuan pengajaran yang telah ditetapkan sebelum pengajaran dilaksanakan.
Keberhasilan guru mengajar di kelas tidak cukup bila hanya berbekal pada pengetahuan tentang kurikulum, metode mengajar, media pengajaran, dan wawasan tentang materi yang akan disampaikan kepada anak didik. Di samping itu guru harus menguasai kiat manajemen kelas. Guru hendaknya dapat menciptakan dan mempertahankan kondisi kelas yang menguntungkan bagi anak didik supaya tumbuh iklim pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan.
Manajemen kelas tidak hanya berupa pengaturan kelas, fasilitas fisik dan rutinitas. Kegiatan manajemen kelas dimaksudkan untuk menciptakan dan mempertahankan suasana dan kondisi kelas. Sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung secara efektif dan efisien.

  1. SARAN

Demikianlah makalah ini dibuat semoga bermanfaat dalam menambah wawasan kita semua, penyusun menyarankan embaca untuk memberikan kritikan dan saran yang membangun untuk kesuksesan makalah selanjutnya.






DAFTAR RUJUKAN

Djamarah, Syaiful Bahri. 2002. Strategi Belajar Mengajar. Rineka Cipta, Jakarta.

Faturrahman, Pupuh dan M. Sobry Sutikno. 2007. Strategi Belajar Mengajar melalui Penanaman Konsep Umum dan Konsep Islami. PT Refika Aditama, Bandung.
Sutikno, Sobry. 2005. Pembelajaran Efektif, Apa dan Bagaimana Mengupayakannya, NTP Press. Mataram.

Sardiman. 2004. Strategi Belajar Mengajar. RajaGrafindo Persada, Jakarta.
Rachman, Maman. 1998. Manajemen Kelas. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.




Selasa, 04 November 2014

Makalah Dimensi Teknologi Informasi dalam Manajemen Pendidikan



BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Saat ini dunia telah memasuki era informasi yang akan berkembang dan terus berkembang. Informasi menjadi sesuatu yang sangat dibutuhkan oleh semua kalangan baik instansi pemerintah, rumah sakit, pertahanan, bisnis, olah raga, amupun pendidikan. Di zaman era globalisasi dan perdagangan bebas yang akan segera diterapkan sumber daya manusia yang berkualitas menjadi syarat pokok untuk dapat bersaing. Untuk mendapatkan sumber daya yang berkualitas, lembaga pendidikan mempunyai peran yang sangat penting dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas dan mampu bersaing di zaman era global ini. Teknologi dan informasi terus berkembang dengan pesatnya.
Perkembangan teknologi akhir-akhir ini berdampak terhadap berbagai aspek kehidupan. Termasuk dampak terhadap tuntutan akan perubahan dalam manajemen pendidikan. Perkembangan teknologi dan informasi memaksa proses adapatasi dalam manajemen pendidikan.
Banyak kita lihat dan dengar di semua bidang sudah menggunakan komputer yang sangat membantu pekerjaan manusia. Sebagai contoh pengolahan data diantaranya : data pegawai, gaji pegawai, laporan keuangan, pemeriksaan jawaban ujian peserta CPNS bahkan pemeriksaan jawaban UN, semuanya dikerjakan dengan menggunakan komputer. Jika semua itu dikerjakan secara manual tentunya akan memakan waktu yang lama dan menguras tenaga.
Peran yang dapat diberikan oleh aplikasi teknologi informasi adalah mendapatkan informasi untuk kehidupan pribadi seperti informasi tentang kehidupan pribadi seperti informasi tentang kesehatan, hobi, rekreasi, dan rohani. Kemudian untuk profesi seperti sains, teknologi, perdagangan, berita bisnis, pendidikan dan asosiasi profesi. Sarana kerjasama antar pribadi atau kelompok yang satu dengan pribadi, kelompok yang lainnya, atau dosen dan mahasiswa tanpa mengenal batas baik tempat, jarak dan waktu. Perkembangan teknologi informasi memacu suatu cara baru dalam kehidupan, dari kehidupan dimulai sampai dengan berakhir, kehidupan seperti ini dikenal dengan e-life, artinya kehidupan ini sudah dipengaruhi oleh berbagai kebutuhan secara elektronik.
B. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, maka perumusan makalah ini adalah :
1.        Pengertian teknologi informasi
2.        Lingkup teknologi informasi
3.        Peran teknologi informasi
4.        Peran teknologi informasi dalam bidang pemerintahan, ekonomi, dan pendidikan
5.        Manfaat dan kekurangan teknologi dalam pendidikan

C. Tujuan Makalah
Adapun tujuan disusunya makalah ini adalah:
1.        Untuk mengetahui pengertian teknologi informasi
2.        Untuk mengetahui lingkup teknologi informasi
3.        Untuk mengetahui peran teknologi informasi
4.        Untuk mengetahui peran teknologi informasi bidang pemerintahan, ekonomi, dan pendidikan
5.        Untuk mengetahui manfaat dan kekurangan teknologi dalam pendidikan



BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Teknologi Informasi
            Istilah ‘teknologi informasi’ mulai dipergunakan secara luas dipertengahan tahun 80-an. Definisi kata ‘informasi’ sendiri secara internasional telah disepakati sebagai ‘hasil dari pengolahan data’ yang secara prinsip memiliki nilai atau value yang leboih dibanding dengan data mentah.
            Teknologi informasi adalah suatu teknologi yang dipergunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk mendapatkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis, pendidikan, dan pemerintahan.
            Ada beberapa pengertian atau definisi teknologi informasi dari berbagai sumber,  yaitu :
1. Hall (2001), “teknologi informasi  mencakup perangkat keras, perangkat lunak untuk melaksanakan satu atau sejumlah tugas pemrosesan data seperti menangkap, menyimpan, mengambil, dan memanipulasi atau menampilkan data”.
2.  Indrajit (2003), “mendefinisikan teknologi informasi adalah suatu teknolgi yang berhubungan dengan pengolahan data menjadi informasi dan proses penyaluran data atau informasi tersebut dalam batas-batas ruang dan waktu”.
3. Martin (2006), “mendefinisikan teknologi informasi tidak hanya terbatas pada teknologi komputer (perangkat keras dan perangkat lunak) yang digunakan untuk memproses dan menyimpan data, melainkan mencakup teknologi komunikasi untuk mengirimkan informasi”.
4. Hamid Al-Jufri (2010), “teknologi informasi adalah satu kesatuan data, bilangan, gambar dan suara yang dimasukkan, diproses, disimpan, dan keluaran data lewat media elektronik”.
B. Lingkup Teknologi Informasi
            Secara garis besar teknologi informasi dapat dikelompokkan menjadi 2 bagian, yaitu perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software). Perangkat keras menyangkut pada peralatan-peralatan yang bersifat fisik, seperti monitor, CPU, printer keyboard dan lain-lain. Adapun perangkat lunak terkait dengan instruksi-instruksi untuk mengatur perangkat keras agar bekerja sesuai dengan tujuan intruksi-intruksi tersebut.
            Haag (2000) membagi teknologi informasi menjadi 6 kelompok, yaitu :
1. Teknologi masukan (input technology)
2. Teknologi keluaran (output technology)
3. Teknologi perangkat lunak (software technology)
4. Teknologi penyimpan (storage technology)
5. Teknologi telekomunikasi (telecomunication technology)
6. Mesin pemroses (processing machine) atau lebih dikenal dengan istilah CPU
            Teknologi masukan adalah segala perangkat keras yang digunakan untuk memasukkan data atau informasi dari sumber asalnya. Contoh teknologi ini antara lain barcode scanner dan keyboard. Dalam hal ini teknologi keluaran mempunyai andil yang cukup besar. Pada umumnya teknologi disajikan dalam monitor namun kadang kala disajikan tercetak dalam kertas.
Untuk menciptakan informasi diperlukan perangkat lunak atau sering disebut program. Program adalah sekumpulan instruksi yang digunakan untuk mengendalikan perangkat keras komputer. Komputer penyimpan segala peralatan yang digunakan untuk data, contoh media untuk menyimpan adalah tape, hard disk, dan flash disk.
Mesin pemrosesan adalah bagian penting dalam teknologi informasi yang berfungsi untuk memasukkan memproses, dan mengambil data atau program (berupa komponen memori) dan mengeksekusi program (berupa komponen CPU).
C. Peran Teknologi Informasi
            Dewasa ini, sangat sulit membayangkan sebuah organisasi atau perusahaan yang belum terpengaruh oleh perkembangan sistem informasi berbasis komputer dan aplikasi-aplikasi komputer. Banyak organisasi dan perusahaan yang sudah menyadari manajemen sumber daya informasi mereka telah sama pentingnya dengan manajemen sumber daya utama lainnya seperti : properti, prsarana-prasarana, perlatan atau utilitas, karyawan dan modal.
            Peranan teknologi informasi pada aktivitas manusia pada saat ini memang sangat besar. Teknologi informasi telah menjadi fasilitator utama bagi kegiatan-kegiatan bisnis, memberikan andil besar terhadap perubahan-perubahan yang mendasar pada struktur, operasi dan manajemen organisasi.
            Secara garis besar peranan teknologi informasi dapat dikatakan bahwa : (1) teknologi informasi menggantikan peran manusia. Dalam hal ini, teknologi informasi melakukan otonomi terhadap suatu tugas atau proses; (2) teknologi informasi memperkuat peran manusia, yakni dengan menyajikan suatu tugas atau proses; (3) teknologi informasi berperan dalam restrukturisasi terhadap peran manusia. Dalam hal ini teknologi informasi berperan dalam melakukan perubahan-perubahan terhadap sekumpulan tugas dan proses.
            Banyak perusahaan yang berani melakukan investasi yang sangat tinggi di bidang teknologi informasi. Alasan yang paling umum adalah adanya kebutuhan untuk memprthanakan dan meningkatkan posisi kompetitif, efektifitas, dan efisien. 

D. Peran Teknologi Informasi dalam Bidang Pemerintahan, Ekonomi, dan Pendidikan

1. Peran Teknologi Informasi dalam Bidang Pemerintahan (E-Government)
            E-Government mengacu pada penggunaan teknologi informasi oleh pemerintahan, seperti menggunakan internet, yang mempunyai kemampuan menghubungkan keperluan penduduk, bisnis, dan kegiatan lainnya. Pada intinyan e-government adalah penggunaan teknologi informasi yang dapat meningkatkan hubungan antara pemerintah dan pihak-pihak lain. Penggunaan teknologi informasi ini kemudian menghasilkan hubungan bentuk baru seperti : government to citizen (G2C), government to business (G2B), dan government to government (G2G).
            Tuntutan masyarakat akan pemerintahan yang baik sudah sangat mendesak untuk dilaksanakan oleh aparatur pemerintah. Salah satu solusi yang diperlukan adalah keterpaduan sistem penyelenggaraan pemerintah melalui jaringan sistem informasi online antar instansi pemerintah, baik pusat dan daerah untuk mengakses seluruh data dan informasi terutama yang berhubungan dengan pelayanan publik. Hal terpenting yang harus dicermati adalah sektor pemerintahan merupakan pendorong serta fasilitator dalam keberhasilan berbagai kegiatan pembangunan, oleh karena itu keberhasilan pembangunan harus di dukung oleh kecepatan arus data dan informasi antar instansi agar terjadi keterpaduan sistem antara pemerintah dengan pihak pengguna lainnya.
2. Peran Teknologi Informasi dalam Bidang Ekonomi
            Menjelang peralihan abad sekarang ini, cenderung manusia menduduki tempat sentral dalam proses produksi, karena tahap ekonomi yang sedang kita masuki ini berdasar pada pengetahuan (knowledge based) dan berfokus pada informasi (information focused). Dalam hal ini telekomunikasi dan informatika memegang peranan sebagai teknologi kunci (enabler technology).
            Kemajuan teknologi informasi dan telekomunikasi begitu pesat, sehingga memungkinkan diterapkannya cara-cara baru yang lebih efisien untuk produksi, distribusi, dan konsumsi barang dan jasa. Proses inilah yang membawa manusia ke dalam masyarakat atau ekonomi informasi.

3. Peran Teknologi Informasi dalam Bidang Pendidikan
            Teknologi pendidikan adalah satu bidang atau disiplin dalam memfasilitasi belajar manusia melalui identifikasi, pengembangan, pengorganisasian dan pemanfaatan secara sistematis seluruh sumber belajar dan melalui pengelolaan proses kesemuanya itu. Teknologi informasi telah berkembang menjadi suatu teknologi yang sangat membantu bahkan menentukan tingkat kinerja sebuah organisasi.  
            Teknologi dalam pendidikan yang diharapkan akan semakin memfasilitasi proses belajar mengajar yang lebih meningkatkan nilai-nilai pada pendidikan. Teknologi lebih khusus lagi teknologi informasi pembelajaran sebagai bagian dari teknologi pendidikan, dan perubahan yang terjadi di dalam penyampaian pembelajaran. Jika komputer di hubungkan ke internet, maka komputer tersebut menjadi bagiann dari jaringan. Internet juga berfungsi untuk membagi informasi yang diperlukan. Kelebihan internet sebagai jaringan komputer telah memberikan kemudahan bagi para pemakai, baik untuk berkomunikasi, bertukar informasi maupun pembelajaran yang dikenal dengan e-Learning.
            Ada tiga fungsi pembelajaran elektronik terhadap kegiatan pembelajaran dalam kelas, yaitu :
1. Tambahan (suplemen)
Dikatakan berfungsi sebagai tambahan (suplemen), apabila peserta didik mempunyai kebebasan memilih, apakah akan memanfaatkan materi pembelajaran elektronik atau tidak
2. Pelengkap (komplemen)
Dikatakan berfungsi sebagai pelengkap (komplemen) apabila materi pembelajaran elektronik diprogramkan untuk melengkapi materi pembelajaran yang diterima siswa di dalam kelas.
3. Pengganti (subtitusi)
Beberapa perguruan tinggi di negara-negara maju memberikan beberapa alternatif model kegiatan pembelajaran atau perkuliahan pada para mahasiswanya. Tujuannya agar para mahasiswa dapat secara fleksibel mengelola kegiatan perkuliahannya sesuai dengan waktu dan aktivitas lain sehari-hari siswa.
E. Manfaat dan Kekurangan Teknologi Informasi Pendidikan
1. Manfaat teknologi dalam pendidikan diantaranya :
a.    Teknologi dalam pendidikan sebagai peralatan untuk mendukung konstruksi pengetahuan
b.    Teknologi dalam pendidikan sebagai sarana informasi untuk menyelidiki pengetahuan yang mendukung pelajar
c.    Teknologi dalam pendidikan sebagai media sosial untuk mendukung pelajaran dengan berbicara tanpa bertatap muka
d.   Teknologi dalam pendidikan sebagai mitra intelektual untuk mendukung pelajaran dalam membantu pelajar mengartikulasikan dan mempresentasikan apa yang mereka ketahui
e.    Teknologi dalam pendidikan dapat meningkatkan mutu pendidikan di sekolah
f.     Teknologi dalam pendidikan dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi proses belajar mengajar
g.    Teknologi dalam pendidikan dapat mempermudah mencapai tujuan pendidikan
h.    Teknologi dalam pendidikan dapat mempercepat pertumbuhan pengetahuan
2. Kekurangan teknologi pendidikan diantaranya :
a.    Pihak dosen atau guru yang tidak bisa mengoperasikan atau menguasai elektronik akan tertinggalkan oleh siswa
b.    Teknologi dalam pendidikan memerlukan SDM yang berkualitas untuk bisa mempercepat inovasi sekolah, sedangkan realita masih kurang.
c.    Teknologi dalam pendidikan baik itu hardware maupun software membutuhkan biaya yang mahal
d.   Keterbatasan sarana dan prasarana sekolah akan menghambat inovasi pendidikan
e.    Penggunaan teknologi pendidikan dalam bentuk hardware memerlukan kontrol yang tinggi dari dosen, guru atau orang tua terutama internet dan software
f.     Siswa yang tidak mempunyai motivasi yang tinggi cenderung lambat di dalam perkembangannya.
      
      

BAB III
KESIMPULAN

Perkembangan teknologi akhir-akhir ini berdampak terhadap berbagai aspek kehidupan. Termasuk dampak terhadap tuntutan akan perubahan dalam manajemen pendidikan. Perkembangan teknologi dan informasi memaksa proses adapatasi dalam manajemen pendidikan.
Teknologi informasi adalah suatu teknologi yang dipergunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk mendapatkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis, pendidikan, dan pemerintahan.
Secara garis besar teknologi informasi dapat dikelompokkan menjadi 2 bagian, yaitu perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software).
Secara garis besar peranan teknologi informasi dapat dikatan bahwa : (1) teknologi informasi menggantikan peran manusia. Dalam hal ini, teknologi informasi melakukan otonomi terhadap suatu tugas atau proses; (2) teknologi informasi memperkuat peran manusia, yakni dengan menyajikan suatu tugas atau proses; (3) teknologi informasi berperan dalam restrukturisasi terhadap peran manusia.
Teknologi informasi pada sektor pemerintahan merupakan pendorong serta fasilitator dalam keberhasilan berbagai kegiatan pembangunan, oleh karena itu keberhasilan pembangunan harus di dukung oleh kecepatan arus data dan informasi antar instansi agar terjadi keterpaduan sistem antara pemerintah dengan pihak pengguna lainnya.
Kemajuan teknologi informasi dan telekomunikasi begitu pesat, sehingga memungkinkan diterapkannya cara-cara baru yang lebih efisien untuk produksi, distribusi, dan konsumsi barang dan jasa. Proses inilah yang membawa manusia ke dalam masyarakat atau ekonomi informasi.
Teknologi dalam pendidikan yang diharapkan akan semakin memfasilitasi proses belajar mengajar yang lebih meningkatkan nilai-nilai pada pendidikan. Teknologi lebih khusus lagi teknologi informasi pembelajaran sebagai bagian dari teknologi pendidikan, dan perubahan yang terjadi di dalam penyampaian pembelajaran.